Anak-anak muda atau siapapun yang telah terjerat oleh maut narkoba dan menjadi pecandu (junky atau junkies) biasanya tidak mudah keluar dari lingkaran setan narkoba.Kecanduan karena sistem tubuh sudah begitu rupa selalu menginginkan pemakaian narkoba kembali. ini disebut addictive, dan bila tidak dipenuhi pemakaian narkobanya si junky akan mengalami sakau atau ketagihan. Mereka yang pakai heroin atau disebut putaw (kadang dibakar dan dihirup asapnya, kadang dicampur air dan disuntikan) bila ketagihan akan menggejala tulang terasa nyeri, mata mulai berair, ingus mulai mengalir, disusul rasa mual, muntah, demam, mencret yang sulit ditahan.
Daripada menderita seperti itu, biasanya junky lalu mencari narkoba lagi. Entah apapun caranya akan ditempuh. Ada yang mencuri, menipu (membohongi) atau hutang sekalipun pada pengedar narkoba (istilahnya TU = hutang utk memperoleh narkoba). Kalau sudah pakai putaw lagi, maka junky akan merasa enak lagi.
Sebenarnya seorang junky atau pecandu narkoba itu sadar akan semua tindakannya yang merugikan keluarganya dan diri sendiri, tapi junky tidak dapat menghentikan kecanduannya untuk pakai lagi. Ini problem yang sudah ada dalam dirinya. Sementara problem yang dari luar atau sisi sosialnya, jungky adalah sumber penghasilan bagi pengedar dan bandar narkoba. Maka bila jungky berhenti, mereka akan kehilangan pelanggan dan itu kerugian. Itulah sebabnya, bila jungky berhenti pakai narkoba, ia akan dicari lagi, dan bila ketemu, maka kelompok pengedar akan menangkap-menyander anya dan menyuntikkan secara paksa putau (bahasa sandinya pete) ke tubuh si mantan jungky itu. Dengan suntikan itu, otomatis tubuh mantan junky menjadi kambuh lagi ketagihan. Dan ia akan mencari lagi putaw untuk dipakai terus. Dan ia membuat bangkrut ekonomi keluarga karena ia akan mencuri dan membohongi siapapun untuk dapat uang agar bisa beli putaw / narkoba lagi.
Belum lagi kalau junky ketangkap polisi, tebusannya mahal, bisa sampai Rp 10 juta. Bila tidak ditebus, maka akan diproses hukum dan pasti masuk penjara. Tetapi karena kecanduan, satu kali ditangkap, nanti akan ketangkap lagi karena polisinya sudah hafal dengan si jungky, ditangkap lagi lain waktu dan perlu ditebus lagi dst sampai tidak bisa menebus lagi.
Juga jungky kalau tidak berhenti memakai narkoba, pada saatnya akan OD artinya over dosis, dan itu berarti kematian.
Betapa keluarga, khususnya ibu, bila ada anaknya yang jadi korban narkoba, perasaan dan hidup ibu itu sungguh menderita. Jungky jelas dirasa sebagai orang jelek di masyarakat kita dan dianggap berbahaya karena bisa mengajak anak orang lain ikut-ikutan jadi jungky. Juga biasanya jungky suka mencuri apa saja milik tetangga selain mencuri di rumah sendiri. Juga menipu siapapun termasuk tetangga agar mendapatkan uang pembeli narkoba. Ibu tentu malu sekali dengan semua itu, nama baik keluarga secara sosio budaya kita akan berantakan. Ini penderitaan yang meluas.
Jungky itu biasanya tertutup, sehingga lama baru diketahui oleh keluarganya bahwa ia adalah pecandu narkoba.Penderitaan keluarga bila mengetahui bahwa anaknya adalah jungky, biasanya shock. Tapi apa tega orangtua dengan anaknya sendiri. Karena jungky biasanya anak yang tampak baik-baik selama ini dalam keluarga. Antara ingin agar anaknya terbebas / sembuh dari kecanduan dan kenyataan sulitnya si anak keluar dari kecanduan. Ini derita yang panjang.
Semoga masalah kecanduan narkoba ini menjadi kesadaran masyarakat dan menjadikan kita sungguh berusaha memberikan kontrol / pengawasan kasih pendidikan bagi anak-anak.
Salam
Br. Yoanes FC