Archive for April, 2008

Seputar Korban Narkoba

Anak-anak muda atau siapapun yang telah terjerat oleh maut narkoba dan menjadi pecandu (junky atau junkies) biasanya tidak mudah keluar dari lingkaran setan narkoba.Kecanduan karena sistem tubuh sudah begitu rupa selalu menginginkan pemakaian narkoba kembali. ini disebut addictive, dan bila tidak dipenuhi pemakaian narkobanya si junky akan mengalami sakau atau ketagihan. Mereka yang pakai heroin atau disebut putaw (kadang dibakar dan dihirup asapnya, kadang dicampur air dan disuntikan) bila ketagihan akan menggejala tulang terasa nyeri, mata mulai berair, ingus mulai mengalir, disusul rasa mual, muntah, demam, mencret yang sulit ditahan.

 

Daripada menderita seperti itu, biasanya junky lalu mencari narkoba lagi. Entah apapun caranya akan ditempuh. Ada yang mencuri, menipu (membohongi) atau hutang sekalipun pada pengedar narkoba (istilahnya TU = hutang utk memperoleh narkoba). Kalau sudah pakai putaw lagi, maka junky akan merasa enak lagi.

 

Sebenarnya seorang junky atau pecandu narkoba itu sadar akan semua tindakannya yang merugikan keluarganya dan diri sendiri, tapi junky tidak dapat menghentikan kecanduannya untuk pakai lagi. Ini problem yang sudah ada dalam dirinya. Sementara problem yang dari luar atau sisi sosialnya, jungky adalah sumber penghasilan bagi pengedar dan bandar narkoba. Maka bila jungky berhenti, mereka akan kehilangan pelanggan dan itu kerugian. Itulah sebabnya, bila jungky berhenti pakai narkoba, ia akan dicari lagi, dan bila ketemu, maka kelompok pengedar akan menangkap-menyander anya dan menyuntikkan secara paksa putau (bahasa sandinya pete) ke tubuh si mantan jungky itu. Dengan suntikan itu, otomatis tubuh mantan junky menjadi kambuh lagi ketagihan. Dan ia akan mencari lagi putaw untuk dipakai terus. Dan ia membuat bangkrut ekonomi keluarga karena ia akan mencuri dan membohongi siapapun untuk dapat uang agar bisa beli putaw / narkoba lagi.

 

Belum lagi kalau junky ketangkap polisi, tebusannya mahal, bisa sampai Rp 10 juta. Bila tidak ditebus, maka akan diproses hukum dan pasti masuk penjara. Tetapi karena kecanduan, satu kali ditangkap, nanti akan ketangkap lagi karena polisinya sudah hafal dengan si jungky, ditangkap lagi lain waktu dan perlu ditebus lagi dst sampai tidak bisa menebus lagi.

Juga jungky kalau tidak berhenti memakai narkoba, pada saatnya akan OD artinya over dosis, dan itu berarti kematian.

 

Betapa keluarga, khususnya ibu, bila ada anaknya yang jadi korban narkoba, perasaan dan hidup ibu itu sungguh menderita. Jungky jelas dirasa sebagai orang jelek di masyarakat kita dan dianggap berbahaya karena bisa mengajak anak orang lain ikut-ikutan jadi jungky. Juga biasanya jungky suka mencuri apa saja milik tetangga selain mencuri di rumah sendiri. Juga menipu siapapun termasuk tetangga agar mendapatkan uang pembeli narkoba. Ibu tentu malu sekali dengan semua itu, nama baik keluarga secara sosio budaya kita akan berantakan. Ini penderitaan yang meluas.

 

Jungky itu biasanya tertutup, sehingga lama baru diketahui oleh keluarganya bahwa ia adalah pecandu narkoba.Penderitaan keluarga bila mengetahui bahwa anaknya adalah jungky, biasanya shock. Tapi apa tega orangtua dengan anaknya sendiri. Karena jungky biasanya anak yang tampak baik-baik selama ini dalam keluarga. Antara ingin agar anaknya terbebas / sembuh dari kecanduan dan kenyataan sulitnya si anak keluar dari kecanduan. Ini derita yang panjang.

Semoga masalah kecanduan narkoba ini menjadi kesadaran masyarakat dan menjadikan kita sungguh berusaha memberikan kontrol / pengawasan kasih pendidikan bagi anak-anak.

 

Salam

Br. Yoanes FC

Drug Rehabilitation

  BILA ADA ANAK-ANAK MUDA (usia SMU ke atas) YANG KECANDUAN NARKOBA (LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN) YANG MEMBUTUHKAN PENDAMPINGAN DAN MAU MEMULIHKAN DIRI DAN BERJUANG BEBAS DARI BELENGGU KECANDUAN, SILAHKAN MENGHUBUNGI:

Bro. Apolonaris Setara, FC

Pimpinan

REHABILITASI  untuk korban narkoba yang bernama Rehabilitasi KUNCI

alamat Nandan RT.01/RW.38 no. 4, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik,  Kabupaten Sleman

(sebelah selatan Monumen Yogya Kembali)
Yogyakarta 55581. Telp. (0274) 624 747

Langkah pertama setelah bersedia masuk Rehabilitasi Kunci di Yogyakarta diadakan check up atau pemeriksaan medis/kedokteran untuk mengetahui secara pasti racun apa yang ada dalam tubuh korban narkoba akibat narkobanya itu, dan juga untuk diketahui apakah ada penyakit menular atau penyakit lain yang sudah mengenai dirinya. Untuk langkah ini akan ditangani oleh dokter-dokter dari Rumah Sakit Katolik PANTI RAPIH di Yogyakarta. Biayanya sekitar Rp 1.500.000 per orang, dan dibayarkan ke pihak Rumah Sakit yang bersangkutan.

Langkah kedua tinggal di rumah Rehabilitasi KUNCI Yogyakarta dengan didampingi oleh para pendamping (ada pendamping beberapa orang Bruder Karitas, juga ada pendamping awam lainnya). Pendampingan berupa program selama kurang lebih 1 tahun.  Tiap bulan orangtua/walinya wajib membayar biaya hidup minimal Rp 500.000. Ini untuk keperluan makan dan akomodasi lainnya. BILA ADA KEPERLUAN PENGOBATAN BAGI KORBAN NARKOBA TERSEBUT, MAKA ITU ADALAH BIAYA TERSENDIRI KARENA ITU DIBAYARKAN KE RUMAH SAKIT/DOKTER YANG BERSANGKUTAN. Program pendampingan juga berarti pelatihan untuk dapat hidup berdisiplin dengan mengikuti acara harian dan juga menjalani counseling kelompok dan pribadi.

Bruder yang menjadi pendamping antara lain berpendidikan sarjana pendidikan plus tamat mengikuti pendidikan PSYCHIATRY dengan spesialisasi rehabilitasi korban narkoba yang ditempuh di Belgia. Rehabilitasi KUNCI  Nandan Yogyakarta adalah di bawah bimbingan dari organisasi Bruder Karitas yang bernama De Sleutel Belgia yang bergerak membantu korban narkoba. Rehabilitasi Kunci didirikan dengan seizin Uskup Agung Semarang (satu-satunya Lembaga Katolik untuk rehabilitasi korban narkoba di keuskupan Agung Semarang dan Jawa Tengah).

Selama ini sudah ada 15 orang (laki dan perempuan) yang menjalani rehabilitasi di Rehabilitasi Kunci. Salah satunya seorang anak perempuan SMU yang setelah mengikuti program rehabilitasi, sekarang masuk sekolah lagi. Kebanyakan keluarga merasa malu kalau menemukan anaknya ternyata telah terkena narkoba. Kita kalau mencintai anak-anak muda kita, perlu keluar dari belenggu rasa malu. Kita harus mencari solusi secepatnya, karena semakin cepat diadakan rehabilitasi yang baik, semakin baik. Karena kalau sudah berkepanjangan, masalahnya akan semakin rumit dan berat. Karena pecandu yang sudah nekad akhirnya akan ketularan penyakit menular yang kronis, seperti TBC, hepatitis, HIV dan penyakit syaraf dan jiwa.

Ada berbagai metode dalam berbagai rumah rehabilitasi bagi korban narkoba.  Rehabilitasi Kunci memakai metode dengan cara pembersihan tubuh korban narkoba dengan cara medis/kedokteran, lalu pembinaan pendampingan untuk menumbuhkan kesadaran dan mental untuk tidak lagi memakai narkoba dengan cara-cara manusiawi dan kristiani (azas cintakasih). Semua dijalankan dalam kebebasan dan komitmen dari si korban narkoba bersama dengan para pendamping.

Kami sampaikan juga bahwa umumnya korban narkoba karena merasa putus asa, mereka tidak mau memulihkan dirinya/keluar dari jerat kecanduannya. Pihak keluarga atau tetangga atau warga masyarakat lain (termasuk pastor, guru, warga umat dll) perlu secara kondusif membantu penyadarannya. Juga umumnya keluarga merasa malu bila anaknya diketahui telah menjadi korban narkoba, dalam hal ini kiranya semua fihak perlu juga secara kondusif membantu keluarga-keluarga tsb. JANGAN MALAH MENYUDUTKAN ATAU MEMPERSALAHKAN keluarga dan korban narkoba ybs. (bedakan antara pemakai/korban narkoba dan PENGEDAR narkoba. Pengedar narkoba adalah penjahat kriminal). 

Narkoba memang menghancurkan hidup manusia, baik tubuh dan jiwanya.  Tetapi kita tahu bahwa manusia mempunyai Roh yaitu hidup kekal. Mari menyelamatkan korban narkoba agar ia terbebas dari belenggu kecanduannya dan kalau perlu penyelamatan hidup kekalnya.  Langsung atau tidak langsung memperhatikan dan menolong korban narkoba adalah WUJUD dari pelaksanaan Cintakasih. Memang korban narkoba itu MENJENGKELKAN. Tetapi kasih itu sabar, murah hati dan berbelaskasihan. Korban narkoba sebenarnya adalah ORANG YANG MENDERITA SAKIT, tubuh mereka sudah keracunan narkoba, mental mereka juga membutuhkan kesehatan, tentunya rohaninya juga butuh penyembuhan.

Terimakasih atas simpati dan partisipasi Anda untuk ikut mengasihi korban narkoba. Berkat Tuhan menyertai Anda sekalian.

Di susun dan disebarkan oleh: Br. Yoanes FC

29 Februari 2008